Text
Dibawah Pohon Cengkih Tertua di Dunia
Aku dan kakek memandang pohon cengkih tertua di dunia. Di bawahnya aku memegang pohonnya yang besar dan berusaha memeluknya. Tetapi, aku hanya seperti semut yang sedang memanjat. Kedua rentang tanganku tidak dapat melingkar. Untuk dapat memeluknya dibutuhkan sambungan rentangan beberapa tangan anak. Pohon cengkih tertua di dunia berada di kota Foramadiahi. Oleh masyarakat, tanaman ini akrab disebut cengkih afo. Sekarang cengkih afo sudah berumur 418 tahun. Setiap kali dipanen, buahnya bisa mencapai 400 kg.
Di bawah cengkih afo, di kaki Gunung Gamalama, Kakek menceritakan kota kelahirannya. Waktu itu ia masih berumur tiga belas tahun, sama seperti aku yang sekarang duduk di sampingnya. Sambil duduk bersantai di bawah pohon cengkih afo, mataku dan Kakek memandang ke arah laut.
“Dulu, kalau aku duduk di sini, di depan mataku terhampar pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan. Pohon cengkih dan pala berhutan, tumbuh lebat dan berbukit-bukit di kaki Gunung Gamalama,” kata Kakek memulai ceritanya dan menunjuk ke arah pantai.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain