Text
Sarudin Pemikat Burung Perkutut
Pada suatu pagi yang cerah, udara sejuk merambah hampir ke seluruh wilayah desa Pasirluhur. Desa yang terletak di daerah Jawa Barat itu sangat subur, tenang, dan ramah masyarakatnya. Perpaduan antara sinar matahari pagi, warna hijau pepohonan, dan warna kuning keemasan padi menambah keindahan desa Pasirluhur.
Konon, di desa Pasirluhur tersebut hidup seorang pemuda yang bernama Sarudin. la anak yang pintar, rajin, dan suka membantu orang yang dalam kesusahan. Sarudin yang sering dipanggil Udin gemar dan pandai memikat burung. Ayahnya bernama Ahmad Bahrudin. la seorang petani yang ulet dan guru mengaji yang sangat dihormati. Setiap hari ayah Sarudin berangkat ke sawah atau ke kebun yang hanya beberapa petak. la sangat rajin, tekun, dan bersemangat bekerja karena ingin menyekolahkan Sarudin ke tingkat yang lebih tinggi.
“Apakah kamu ingin melanjutkan sekolah ke kota, Din?” tanya ayahnya di suatu pagi sebelum berangkat ke kebun.
Sarudin terkejut mendengar pertanyaan ayahnya. la berjalan menuju ayahnya. “Tentu saja Yah, saya ingin melanjutkan sekolah sampai saya menjadi guru. Saya ingin penduduk desa Pasirluhur ini bertambah maju.” Suaranya terdengar begitu bersemangat dan jelas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain