Text
Nakhoda Pesisir Barat
Rumah beton beratap genteng itu masih berdiri kokoh. Tiang-tiang besar menyangga bangunan berbentuk limas dengan tangga kayu di bagian sampingnya. Di halaman bagian kiri berjajar beberapa petak kamar cukup besar dan rapi. Tak jauh, arah ke jalan raya, terlihat sebuah bangunan beton bertingkat dua.
Penduduk sekitar menyebut rumah dari zaman Belanda itu rumah gadangsebab itulah rumah tinggal terbesar dan termewah pada masanya. Bangunan bertingkat di dekatnya adalah kantor perusahaan pemilik rumah itu. Di bagian atas bangunan beton itu terlihat jelas logo perusahaan, dalam aksara Arab yang indah.
Semua penduduk Pariaman pada masa itu mengenal nama yang ditulis pada logo itu. Itulah dia Muhammad Saleh Datuk Rangkayo Basa, seorang pedagang dan bangsawan yang jujur dan baik hati.
Saleh memulai usahanya saat ia masih remaja. Mulanya ia berjualan ikan teri, setelah itu menjadi nakhoda kapal dagang. Selama menjadi nakhoda, Saleh mengunjungi berbagai kota dan pulau sepanjang pesisir barat Sumatra. Setelah beberapa tahun berlayar, Saleh memutuskan untuk mencoba berdagang di darat. Ternyata, di sinilah keberhasilannya bermula.
Salah satu kelebihan Muhammad Saleh adalah kemahirannya dalam baca-tulis dan berhitung. Saleh rajin mencatat segala hal. Sejak masalah dagang hingga peristiwa yang dialaminya. Ia juga teliti menuliskan utang-piutang. Semua catatan itu kemudian disimpannya dengan rapi. Pada masa itu belum ada sekolah untuk belajar. Juga tak banyak orang yang pandai membaca atau menulis.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain