Lolotabang menggigil. Bukan karena hawa dingin yang menghembus tubuhnya, melainkan karena pandangan menusuk lelaki kekar itu. Pandangannya seolah hendak menguliti Lolotabang hingga ke tulang-tulangnya. Wajah cantik gadis itu menjadi pucat dicekam rasa takut. Dengan tergesa-gesa ia merapikan tenunannya dan masuk ke dalam rumah. Ditutupnya pintu rapat-rapat. Ia mengintip dari sudut jendela. So…